Dec
20
2016

Chapter 13 – Membangun Sistem Informasi

Management Information Systems

(Managing the Digital Firm)

Kenneth C. Laudon & Jane P. Laudon

Alhamdulilah tugas merangkum selesai dengan tepat waktu mudahmudahan dengan rangkuman1,2,3,4,5 10, dan 13 yang saya buat dapat membantu untuk belajar jika terjadi banyak kekurangan mohon dimaklumi,berikut bab 13 yang merupakan bab terakhir sebagai tugas yang diberikan.

 Sistem sebagai Perubahan yang Direncanakan dalam Organisasi / Perusahaan.

 1.Pengembangan Sistem dan Perubahan Organisasi.

Teknologi informasi dapat mendukung berbagai tingkatan perubahan dalam perusahaan, mulai dari yang setahap demi setahap, hingga yang jauh ke depan. Figur 2-1 memperlihatkan empat macam perubahan struktural organisasi yang disebabkan oleh teknologi informasi: 1. Otomatisasi, 2.Rasionalisasi, 3. Rekayasa ulang, 4. Pergeseran paradigma. Setiap tahapan membawa imbalan dan resiko yang berbeda-beda.

b. Rekayasa Ulang Proses Bisnis.

Business Process Reengineering dikenal juga dengan istilah Business Process Redesign (Perancangan Ulang Proses Bisnis), Business Transformation, atau Business Process Change Management. Business Process Reengineering (BPR) dimulai sebagai teknik sektor privat untuk mendukung organisasi secara fundamental memikirkan kembali bagaimana mereka mengerjakan bisnis yang mampu meningkatkanjasa kepada pelanggan, memotong biaya operasional dan menjadi kompetitor kelas dunia. Kunci utama dalam perancangan ulang adalah pengembangan sistem informasi dan jaringan. Organisasi-organisasi besar semakin banyak menggunakan teknologi ini untuk lebih mendukung proses bisnis yang inovatif dibanding memperbaiki metode kerja pada saat yang sama.

BPR meliputi analisis dan perancangan alir kerja (workflow) dan proses-proses dalam sebuah organisasi. Berdasarkan Daven ports (1990), proses adalah sekelompok tugas-tugas yang saling berhubungan secara logis, dilaksanakan untuk mencapai sebuah hasil bisnis yang jelas.

Re-engineering (“rekayasa ulang”) adalah dasar dari perkembangan-perkembangan manajemen yang muncul belakangan ini. Tim lintas-fungsional (Cross-functional team), contohnya, telah banyak dikenal karena perannya dalam perancangan ulang tugas-tugas fungsional yang terpisah menjadi proses-proses lintas-fungsional yang lengkap.

Dalam kerangka kerja untuk penaksiran dasar terhadap misi dan tujuan, perancangan ulang memfokuskan kepada proses bisnis organisasi – langkah-langkah dan prosedur yang mengendalikan bagaimana sumber daya digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan pasar yang khusus. Proses bisnis dapat disusun kembali menjadi aktivitas-aktivitas spesifik, diukur, dimodelkan dan diperbaiki. Dapat pula dirancang ulang secara keseluruhan atau dieliminasi sekaligus. Perancangan ulang mengidentifikasikan, menganalisa, dan merancang ulang proses inti bisnis organisasi dengan tujuan untuk mencapai hasil maksimal dalam ukuran kinerja kritis seperti biaya, kualitas, jasa dan kecepatan.

Perancangan ulang membagi-bagi proses bisnis menjadi sub-sub proses dan tugas yang dilaksanakan oleh beberapa area fungsional terspesialisasi dalam organisasi. Seringkali tidak seorang pun yang bertanggung jawab atas kinerja keseluruhan proses. Perancangan ulang memaksimalkan kinerja subproses yang akan menghasilkan beberapa keuntungan, namun tidak menjanjikan peningkatan yang dramatis jika prosesnya sendiri tidak efisien dan tertinggal.

Untuk alasan itu, perancangan ulang memfokuskan pada merancang kembali proses secara keseluruhan untuk mencapai keuntungan maksimal bagi organisasi dan pelanggan. Hal ini berbeda dengan proses yang memfokuskan pada peningkatan fungsional atau incremental saja.

c. Alat untuk merekayasa ulang bisnis

Lebih dari 100 perusahaan software menyediakan alat-alat untuk berbagai aspek BPM, termasuk IBM, Oracle, dan TIBCO. Alat-alat ini membantu bisnis mengidentifikasi dan dokumen proses yang membutuhkan perbaikan, membuat model proses perbaikan, menangkap dan menegakkan aturan bisnis untuk melakukan proses, dan mengintegrasikan sistem yang ada untuk mendukung proses baru atau didesain ulang. Perangkat lunak BPM juga menyediakan analisis untuk memverifikasi bahwa kinerja proses telah diperbaiki dan untuk mengukur dampak perubahan proses bisnis utama indikator kinerja.

 2. Ikhtisar dari pengembangan sistem
Alur Pemrosesan
Analis Sistem
Analisis sistem adalah analisis masalah yang dicoba diselesaikan perusahaan dengansistem informasi. Tahap ini terdiri atas pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, pencariansolusi, dan identifikasi kebutuhan informasi yang harus dipenuhi oleh suatu solusi sistem.Analis sistem membuat peta proses dari perusahaan dan sistem yang sudah ada, mengidentifikasi para pemilik dan pengguna data primer bersama dengan perangkat keras dan lunak yang sudahada. 
 
 
 
Menyelesaikan proses pengembangan sistem
Langkah selanjutnya dalam proses pengembangan sistem adalah menerjemahkan spesifikasisolusi yang dibuat selama analisis sistem dan merancang sistem informasi yang operasionalsepenuhnya, terdiri atas langkah pemrograman, pengujian, konsersi, produksi, dan pemeliharaan.
 

Perancangan Sistem

Analisis sistem menggambarkan apa yang harus dilaksanakan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan informasi, dan perancangan sistem memperlihatkan bagaimana sistem tersebut akan memenuhi sasaran. 

Peran Pengguna Akhir

Kebutuhan informasi pengguna mengendalikan seluruh upaya pengembangan sistem. Pengguna harus memiliki kontrol yang cukup atas proses perancangan untuk memastikan bahwa sistemnya prioritas bisnis dan kebutuhan informasinya.

3.Pendekatan Alternatif Pengembangan Sistem.

Sistem-sistem berbeda dari segi ukuran dan kompleksitas teknologinya dan dari masalah perusahaan yang dipecahkannya. Sejumlah pendekatan pengembangan sistem telah dikembangkan untuk menangani dengan perbedaan-perbedaan ini. Bagian ini menjelaskan metode-metode alternative berikut: siklus hidup sistem tradisional, pembuatan prototipe, paket aplikasi perangkat lunak, pengembangan oleh pengguna akhir, dan alih kontrak.

A. Siklus Hidup Sistem Tradisional.

Siklus hidup sistem adalah metode pengembangan sistem informasi yang paling tua. Metodologi siklus hidup adalah pendekatan bertahap untuk membangun sistem, membagi pengembangan sistem menjadi tahapan-tahapan yang formal. Para spesialis pengembangan sistem mempunyai pendapat berbeda tentang bagaimana membagi tahapan pengembangan sistem, tetapi mereka secara umum bersesuaian dengan tahapan-tahapan pengembangan sistem yang baru saja dijelaskan.

B. Pembuatan Prototipe.

Pembuatan prototipe meliputi pengembangan sistem uji coba yang cepat dan murah untuk dievaluasi oleh pengguna akhir. Lewat interaksi dengan prototipe, para pengguna dapat memperoleh gagasan yang lebih baik mengenai kebutuhan informasi mereka. Prototipe yang telah disetujui oleh pengguna dapat digunakan sebagai patokan untuk membuat sistem versi finalnya.

Written by ajengrestu in: Uncategorized |

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com